Berita Indonesia - Momen Hari Pahlawan, Kamis (10/11) di Jakarta, PT Epson Indonesia kembali meluncurkan produk printer terbarunya yang berteknologi tinggi dan sesuai keinginan masyarakat. Epson meluncurkan Epson K-Series yakni printer inkjet monokrom pertama di dunia dalam kurun 15 tahun terakhir. Yakni, Epson K 100, Epson K 200 dan Epson K 300. Juga diluncurkan Epson Work Force Pro Series. Yakni Epson WorkForce Pro 4011, Epson WorkForce Pro 4511 dan Epson WorkForce Pro 4521. Epson juga meluncurkan scanner terbarunya Epson GT-S55/S85 sheet-fed Document Scanner.
President Director PT Epson Indonesia, Hirasaki Michiya, mengatakan, Epson menargetkan market share sebesar 30 persen pada akhir tahun fiskal 2012. Menurut dia, Epson selalu ingin masyarakat Indonesia puas dengan produk yang dihasilkan. Dimana produk tersebut menyentuh berbagai lapisan termasuk segmen bisnis yang terus bergerak dinamis. "Epson terus berusaha memuaskan customer," kata Hirasaki.
Deputy Country Manager PT Epson Indonesia Muhammad Husni Nurdin, mengatakan segala produk yang dihasilkan sudah melalui riset dan menerima masukan dari para konsumen di Indonesia. Husni mengatakan, tahun lalu Epson berkomitmen untuk mengembangkan pasar printer segmen bisnis yang menawarkan biaya cetak rendah dan terjangkau dengan model terbaru. Maka tahun ini, Epson mewujudkan komitmen itu dengan memerluas model printer berbiaya cetak rendah dan memberikan tambahan kemampuan, seperti penghematan area percetakan. Tentunya, biaya cetak perhalaman menjadi lebih rendah untuk pencetakan monokrom maupun berwarna. "Kami percaya, apapun kebutuhan cetak dari para pengguna Epson bail di skala bisnis maupun perkantoran, selalu ada printer inkjet monokrom bagi mereka yang ingin menghemat biaya operasional," katanya.
Product Marketing Manager PT Epson Indonesia Riswin Li, menjelaskan hasil dari Epson K Series lebih baik daripada sistem laser. "Epson monokrom inkjet kualitas terbaik, cepat, berbiaya murah untuk kepentingan bisnis," katanya. Riswin menjelaskan lagi, 60 persen biaya cetak dengan K Series lebih murah dibanding dengan laser. Dimana perlembar biaya cetaknya hanya 0,012 dollar atau Rp108 rupiah. Kapasitas tintanya bisa mencetak 2000 lembar. Sedangkan laser perlembar harus mengeluarkan biaya Rp0,05. "Soal kecepatan juga unggul K Series Monokrom Inkjet. Dimana bis menghasilkan satu menit bisa mencetak 37 lembar (37 ppm). Kalau laser hanya 18 ppm. Kualiasnya sama seperti laser," jelasnya. "Monokrom Inkjet juga lebih bersih, tidak ada partikel debu dan baik untuk kesehatan. Dapat menghemat listrik lebih besar."
Sedangkan Business Inkjet atau WP Series mencetak perlembar hanya butuh biaya 0,015 dollar. Kemampuan cetak permenit 24 ppm draft mode colour dan 26 ppm draft mode monochrome. "Biaya cetak per halaman mencapai 50 persen lebih rendah dibandingkan printer sekelasnya," katanya. Epson K Series dan WP Series juga menghadirkan fitur built in duplexer yang membantu pengguna menghemat biaya secara nyaman dengan mencetak pada dua sisi kertas dan secara khusus dirancang untuk mencapai kecepatan duplex yang tinggi.
Sedangkan untuk scanner Epson GT-S55/S85, Husni menjelaskan itu menggunakan teknologi paten Epson ReadyScan LED yang mampu memberikan hasil cetak beresolusi tinggi 600x600 dan kecepatan pindai mencapai 40 ppm dan 80 ipm (dua sisi) serta mampu memindai hingga 1.800 halaman perhari. "Scanner Epson GT-S55/S85 berukuran ringkas. Namun memiliki performa memuaskan. Scanner ideal yang cocok digunakan untuk pengguna dari sektor korporasi, kesehatan dan perbankan yang memerlukan pindai dan pengarsipan dokumen dalam jumlah banyak seiap harinya," kata Husni.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar