Tampilkan postingan dengan label nature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nature. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2011

Warna Samudera Pengaruhi Terbentuknya Topan






Anand Gnanadesikan, ilmuwan dari National Oceanic and Atmospheric
Administration (NOAA), menemukan kalau samudera yang mengandung warna
hijau lebih banyak lebih berpotensi untuk menciptakan hurikan atau
topan. Warna hijau itu dihubungkan dengan jumlah fitoplankton di dalam
lautan.
Dengan menggunakan komputer simulator cuaca, Gnanadesikan
membuat dua simulasi terbentuknya topan di

Senin, 26 Desember 2011

Ilmuwan: Hujan Badai Bisa Picu Gempa Bumi







Hujan deras yang turun secara terus-menerus
ternyata bisa memicu timbulnya bencana lain. Hal ini disebut para
ilmuwan sebagai 'bencana pemicu bencana'. Bencana beruntun ini
pertama kali diperhatikan oleh Shimon Wdowinski dari University of
Miami, Florida, Amerika Serikat. Ia mulai melihat ada hubungan ketika
Haiti diguncang gempa 7,0 skala Richter di tahun 2010. Itu terjadi hanya
18

Kamis, 22 Desember 2011

Kerusakan Karang Indonesia Mencapai 32 Persen






Hanya enam persen saja terumbu karang di perairan Indonesia dalam
kondisi sangat baik. Sementara itu, sebanyak 32 persen terumbu
mengalami kerusakan.

Prosentase ini berdasarkan penelitian LIPI di 686 stasiun atau titik
perairan Indonesia dengan hasilnya, 6 persen terumbu karang dalam
kondisi sangat baik, 26 persen baik, 36 persen cukup, dan 32 persen
rusak.


Kepala Lembaga Ilmu

Sebagian Laba-laba Menyimpan Otak di Kakinya






Sekelompok peneliti dari Smithsonian Tropical Research Institute (STRI)
dan University of Costa Rica melakukan pengukuran massa otak sembilan
spesies laba-laba yang sudah dewasa dan laba-laba muda dari enam spesies
di antaranya. Bobot laba-laba dewasa itu sendiri berbeda-beda, mulai
dari sepersepuluh miligram sampai 2 ribu miligram.
"Kami
menemukan bahwa pusat sistem syaraf dari

Rabu, 21 Desember 2011

Mengapa Ada Cabe Pedas Dan Tidak Pedas?






Sudah sejak lama para biolog sudah memahami bahwa cabai mengembangkan
tingkat kepedasan sebagai alat pertahanan diri dari jamur yang
berpotensi merusak bibit mereka. Namun itu tidak menjelaskan mengapa
sejumlah pohon menghasilkan cabai yang pedas dan pohon lainnya tidak
pedas. Tetapi, lewat penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal
Proceedings of the Royal Society B, akhirnya

Perubahan Iklim Picu Migrasi Vertikal Burung






Studi yang dilakukan oleh ilmuwan dari Duke University dan diterbitkan di jurnal PLoS ONE
mengungkap bahwa perubahan iklim memicu migrasi vertikal burung.
Migrasi tidak terjadi secepat yang diduga, tetapi mengikuti perubahan
vegetasi.

"Ini adalah studi pertama untuk mengevaluasi efek
pemanasan pada rentang ketinggian burung tropis. Ini menunjukkan bukti
adanya respon mereka terhadap

Lebih dari Separuh Hutan Mangrove Rusak






Tujuh hutan mangrove Indonesia menjadi percontohan di ASEAN meskipun
hampir setengah dari total luas kawasan ini dalam kondisi rusak. Tidak
usah sulit mencari contohnya, karena pantai utara Jakarta sudah habis
diubah menjadi lokasi perumahan elit.

"Lebih dari separuh hutan
mangrove kita rusak, sisanya baik dan sedang. Meski demikian, 70 persen
kerusakan itu di luar kawasan hutan dan

Wow, Nyamuk Kencing Dulu Sebelum Menghisap Darah




Serangga penghisap darah seprti nyamuk ternyata punya perilaku aneh
saat menghisap darah. Seperti yang diketahui sebelumnya oleh para ahli,
mereka kencing terlebih dahulu. Dan, di luar dugaan, mereka juga
mengeluarkan cairan pre-urin berupa darah!


Perilaku tersebut
membuat para ilmuwan bingung. Claudio R Lazzari, entomolog dari François
Rabelais University in Tours, Perancis, seperti

Lapar, Orang Utan Memakan Ototnya Untuk Survive






Hidup dalam lingkungan yang sudah rusak dan mengalami kelaparan memaksa orangutan untuk mengembangkan strategi agar tetap survive. Mereka mencoba tetap survive dengan "memakan" ototnya sendiri.

Fakta
itu adalah hasil penelitian Erin Vogel, ilmuwan dari Rutgers University
di New Brunswick, New Jersey, yang memantau orangutan Borneo (Pongo pygmaeus) selama 5 tahun. Ia berusaha memahami

Minggu, 18 Desember 2011

Kepiting Punya Ingatan Sangat Tajam








Kepiting Chasmagnathus granulatus hidup sederhana. Hari-harinya hanya
dihabisi dengan menggali-gali makanan dan berupaya menghindar dari
predatornya, burung camar. Tetapi dari penelitian terbaru, terungkap
bahwa meski otaknya tidak berkembang sempurna, kepiting punya ingatan
yang sangat tajam.


Sebagai contoh, dia bisa mengingat lokasi di
mana burung camar menyerang dan belajar untuk

Sabtu, 17 Desember 2011

Gurun Sahara Menjadi Sumber Energi, mungkinkah?




 



 

 

 

Proyek yang dilakukan oleh universitas
di Algeria dan Jepang akan membuat Gurun Sahara jadi sumber energi
surya. Ambisi mereka: separuh dunia akan ditenagai sumber energi itu
pada tahun 2050.



Proyek bernama Sahara Solar
Breeder tersebut dimulai dengan membangun pabrik untuk mengubah silika
yang ada di pasir menjadi silokon dengan kualitas yang memadai untuk
pembuatan

7 Fenomena aneh yang tak terpecahkan hingga saat ini







Dari berbagai fenomena di seluruh dunia, berikut ini adalah beberapa fenomena yang belum dapat dijelaskan secara  ilmiah.

1. UFO
Banyak
orang menyaksikan penampakan UFO di berbagai belahan dunia dengan
skenario yang mirip.
Namun investigasi demi investigasi untuk
menindaklanjuti laporan UFO sejauh ini selalu tidak menghasilkan
penjelasan memadai.
2. Deja vuDeja vu
adalah frasa dari

Bagaimana Cara Penguin Mengukur Waktu Menyelam?








Pernahkah Anda perhatikan bagaimana penguin sangat lihai saat berburu di
dalam air? Hewan yang masuk dalam keluarga burung ini mampu meliuk di
bawah air dengan kecepatan tinggi untuk memakan mangsanya.Namun,
penguin tidak bisa bertahan lama di bawah air. Dia harus kembali ke
permukaan untuk mengambil oksigen sebelum melanjutkan perburuan. Lalu,
bagaimana cara makhluk berwarna

Senin, 28 November 2011

Peta tutupan hutan global bisa jadi petunjuk level karbon dunia







Untuk pertama kalinya, para ilmuwan, dengan menggunakan data
satelit NASA, meluncurkan peta yang menggambarkan secara detail
ketinggian hutan-hutan di seluruh dunia. Data ini bisa digunakan sebagai
petunjuk jumlah karbon yang disimpan (carbon stock) dalam hutan-hutan
dunia, dan seberapa cepat siklus karbon di ekosistem kembali ke
atmosfer.




Menurut paparan yang disampaikan Michael

Ditemukan, Titik Beku Air yang Sebenarnya






Berapa temperatur yang dibutuhkan air agar membeku?
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Valeria Molinero dari University
of Utah dan dipublikasikan di jurnal Nature, ternyata jawabannya belum tentu nol derajat Celsius. Pasalnya,
air bisa tetap berbentuk cair meski suhunya jauh berada di bawah ‘titik
beku’ itu. Kondisi air yang tetap cair dalam kondisi temperatur di
bawah 0 derajat

Indonesia Masuk Daftar Pengelolaan Hutan Terburuk










Menurut laporan terbaru Maplecroft, sebuah lembaga
analisis risiko dan pemetaan yang mengompilasikan data dari 180 negara
di dunia, Nigeria, Indonesia, dan Korea Utara merupakan tiga negara
dengan tingkat deforestasi paling cepat di dunia. Negara-negara
ini sangat berisiko kehilangan spesies tanaman dan hewan yang mampu
menyediakan keuntungan seperti udara bersih dari hutan, sumber

Selasa, 22 November 2011

Logam Paling Ringan Hampir Seringan Udara






Para ilmuwan dari Universitas California Irvine, HRL Laboratories,
dan California Institute of Technology di Amerika Serikat berhasil
menciptakan material logam paling ringan. Saking ringannya, bahkan bisa
disebut hampir seringan udara.

Material paling ringan itu disebut ultralight metallic micriolattice. Publikasi di jurnal Science, Jumat (18/11/2011) lalu, menyebut, material ini 100

Minggu, 20 November 2011

10 Tempat Yang Masih Alami Di Dunia





Semakin
banyaknya manusia semakin banyak kebutuhan untuk tinggal dan
memanfaatkan sumber data alam. Berbanding lurus dengan fakta tersebut
kemungkinan proses perluasan lahan untuk memanfaatkan alam semakin tak
terbendung. Duniapun menjadi semakin sempit dan semakin rusak.

Namun
tahukah masih ada tempat di dunia ini yang masih alami? Rata-rata
tempat tersebut memang sulit untuk dicapai

Jumat, 04 November 2011

Terumbu Karang Terancam Punah Dalam 30 Tahun






Perubahan iklim, penyebaran zat kimia berbahaya di laut yang
disertai oleh penangkapan ikan berlebih, pembangunan di kawasan pesisir
pantai, dan juga polusi, akan menghancurkan terumbu karang setidaknya
dalam waktu 30 tahun ke depan.


Sebagai gambaran, bleaching,
atau kasus memutihnya terumbu karang dari aslinya yang berwarna warni
cerah akibat perubahan iklim yang terjadi di Samudera India

Kamis, 27 Oktober 2011

2024, Es Di Puncak Jaya, Papua Diperkirakan Meleleh






Lapisan es Puncak Jaya, Papua, diperkirakan akan hilang pada tahun
2024. Perhitungan tersebut didasarkan atas analisis data empiris
menggunakan pendekatan linier yang dikerjakan Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika.


”Analisis itu mengejutkan kami,” kata
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Klimatologi dan Kualitas
Udara BMKG Dodo Gunawan pada diskusi bulanan ”Scientific
image

Lorem ipsum dolor sit

Aliquam sit amet urna quis quam ornare pretium. Cras pellentesque interdum nibh non tristique. Pellentesque et velit non urna auctor porttitor.

image

Nunc dignissim accumsan

Vestibulum pretium convallis diam sit amet vestibulum. Etiam non est eget leo luctus bibendum. Integer pretium, odio at scelerisque congue.